|
|
Pelatihan 500K Guru Kota Tegal
Tegal Kota Bahari - Pelatihan Pembelajaran Berbasis TIK diikuti 58 peserta dari Guru SMP, SMA, dan SMK se-Kota Tegal bertempat di SMK Negeri 3 Tegal, dibuka hari Selasa, 16 Februari 2010 pukul 09.00 WIB oleh Ibu S. Budiastuti, SH selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal. Hadir Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tegal Ibu Dra Titik Andarwati, Kepala SMKN 3 Tegal Bp Ibnu Hajar Dewantoro, STP, Pengawas SMK Bapak Sudirman, MT, Pengawas SMA, SMP, dll. Pelatihan ini akan berlangsung sampai dengan hari Sabtu, 20 Februari 2010 dari pukul 08.00 s.d. 17.00 WIB.
Adapun materi Pelatihan diantaranya :
- Kebijakan TIK Dinas Pendidikan
- Program Kerja SEAMOLEC
- Pembuatan Email
- Pembelajaran melalui Facebook
- Pembelajaran melalui Blogguru
- Pengenalan Moodle
- LOM dan Program Mapping
- Pengelolaan Materi
- Pembuatan Evaluasi
- Komunikasi
- Pengelolaan Kelas
- Penyiaran Moodle dengan Multicast
Dari Tim Seamolec yang hadir Bapak Mangasa Aritonang MA dan Bapak Abdi Abbas. SEAMOLEC sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan terbuka dan jarak jauh berbasis teknologi informasi dan komunikasi, mengadakan pelatihan tentang "Pembelajaran Berbasis Informasi dan Teknologi bagi Guru SMP, SMA, dan SMK khususnya yang mengampu mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, dan, Biologi dilingkungan Kabupaten/Kota yang merupakan kerjasama antara SEAMOLEC dan Dinas Pendidikan diberbagai wilayah Indonesia.
Latar Belakang
Tuntutan atas peran strategis pendidikan untuk mewujudkan tujuan nasional khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa telah mendorong tumbuhnya berbagai inovasi dalam sistem pendidikan. Perubahan besar yang terjadi dalam lingkungan global mengharuskan kita untuk mengembangkan sistem pendidikan lebih terbuka, lebih luwes dan dapat diakses oleh siapa saja yang memerlukan tanpa memandang usia, gender, lokasi, kondisi sosial-ekonomi, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. Sistem tersebut kecuali memperluas kesempatan pendidikan, juga harus berfungsi dalam meningkatkan mutu pendidikan secara merata, meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan pembangunan, dan meningkatkan efisiensi dalam penyelenggaraan pendidikan. Sistem pendidikan tersebut perlu didukung dengan beranekaragam sumber terutama melalui sumber belajar berbasis teknologi.
Pembelajaran berbasis teknologi diselenggarakan dalam berbagai pola, yang pada dasarnya mengandalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi melalui audio/video, TV, dan pembelajaran dengan menggunakan media komputer dan internet. Pembelajaran dengan menggunakan media komputer dan internet merupakan salah satu alternatif yang sangat potensial, dimana kebutuhan pendidikan yang telah mengglobal menuntut adanya percepatan dan perluasan akses yang tak terbatasi. Percepatan informasi dalam hitungan detik, dengan memijit tombol email akan berpindah dari satu komputer ke komputer lain di bagian dunia manapun. Pengelolaan pembelajaran melalui media komputer dan atau intenet dikemas dalam sebuah pembelajaran berbasis web, sehingga peserta didik yang akan mempelajari materi sesuai dengan kebutuhannya dapat mengakses secara online, artinya belajar dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja, sehingga percepatan dan perluasan akses dalam rangka pemeratan kesempatan mendapatkan pendidikan dapat terpenuhi.
Berbagai keuntungan yang diperoleh dalam menyelenggarakan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan menggunakan media komputer dan internet yaitu antara lain: 1) efisiensi biaya: sebagai contoh dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan guru, peserta pelatihan tidak harus datang ke tempat diselenggarakan diklat, mereka dapat mengakses materi-materi yang bersifat pengayaan keilmuannya masing-masing. 2) fleksibelitas waktu: peserta didik dapat mempelajari materi kapan saja, sehingga mereka dapat menentukan waktu sesuai dengan kemampuannya masing-masing. 3) fleksibelitas tempat: proses penyelenggaraan pembelajaran dapat dilakukan di mana saja, dan tidak perlu gedung atau ruang kelas yang lengkap dengan kelengkapan medianya. 4) fleksibelitas kecepatan pembelajaran: peserta didik memiliki gaya belajar berbeda-beda, oleh karena itu mereka dapat menyesuaikan dengan kemampuannya, bila mereka belum memahami betul, mereka dapat mengulang-ulangi lagi sesuai dengan kecepatannya masing-masing. 5) standarisasi instruktur/pengajar: pembelajaran yang dikelola akan memiliki kualitas yang relatif sama.
Berbagai keunggulan yang didapat bila mengelola pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi tersebut, maka SEAMOLEC dalam menjalankan kiprahnya sebagai lembaga yang memiliki keahlian di bidang pendidikan terbuka dan jarak jauh berbasis teknologi informasi dan komunikasi, akan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan tentang “Pembelajaran Berbasis Informasi dan Teknologi bagi guru SMP, SMA dan SMK khusus yang mengampu mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi di lingkungan Kabupaten/Kota” kerjasama antara SEAMOLEC dengan Dinas Pendidikan Propinsi, Kabupaten dan Kota di berbagai wilayah Indonesia.
Tujuan
Tujuan pendidikan dan pelatihan ini adalah agar guru SMP, SMA dan SMK memiliki kompetensi dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi informasi dan Komunikasi yang akan dapat diterapkan di sekolahnya masing-masing khusus yang mengampu mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Untuk mencapai tujuan pendidikan dan pelatihan tersebut masing-masing guru diharapkan memiliki karakteristik kemampuan sebagai berikut:
- mampu menjelaskan konsep Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran;
- mampu merancang, mengembangkan dan mengevaluasi pembelajaran dengan memanfaatkan email, blog, wiki, dan facebook;
- mampu memanfaatkan Learning Management System (LMS) untuk PBM.
|
6th Microsoft Asia Pacific Innovative Education Forum
Microsoft akan menggelar 6th Microsoft Asia Pacific Innovative Education Forum pada tanggal 9-11 Maret 2010, di hotel Shangri-La Hotel, Singapura.
Microsoft Innovative Education Forum adalah sebuah acara internasional tahunan didukung oleh Ministry of Education Singapore, Infocomm Development Authority Singapore, dan organisasi kemitraan dengan TakingITGlobal.
Forum ini memberikan kesempatan yang menarik bagi pendidik yang inovatif dan mahasiswa dari seluruh wilayah Asia Pasifik untuk berkumpul dan saling berbagi pengalaman dan belajar bersama.
Dengan tema forum Situating Schools in the Real World - From Learning to Know to Learning to Be a Global Citizen, akan :
- Mengenali dan memberi penghargaan para pendidik yang telah melakukan transformasi pendidikan melalui integrasi teknologi
- Meningkatkan sharing praktek inovasi dalam mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan,
- Memberikan kesempatan kepada para pendidik bertemu dengan para pembicara terkenal dan para tokoh pendidikan, dan
- Menyediakan kesempatan kepada para pendidik dan siswa untuk saling belajar
Dalam 6th Microsoft Asia Pacific Innovative Education Forum akan mencakup kegiatan :
- Pembicara utama, oleh Jean-Francois Rischard, mantan Vice President Bank Dunia (Eropa)
- Workshop untuk para Mentor seluruh dunia dan para Pathfinders schools dari Asia
- Master classes untuk para pimpinan sekolah
- Poster sessions, dimana guru akan berbagi praktek-praktek pengajaran yang inovatif dan bersaing untuk mendapatkan pengakuan dari "Innovative Teacher of the Year" Award
- Workshop untuk para guru
- Forum dengan para siswa, yang difasilitasi oleh TakingITGlobal
- Kunjungan setengah hari ke sekolah di Singapore.
(http://www.rhapsodyconcept.com.sg/website/ms/rief10/?)
ICT dan pemanfaatannya di pondok pesantren Daar El-Qolam
Mungkin, sebagian orang berpendapat bahwa belajar di pondok pesantren tidak dilengkapi fasilitas belajar dengan teknologi yang memadai. Pendapat itu mungkin saja benar, tetapi ketika saya diberi kesempatan untuk 'belajar komputer bersama' dengan para guru santri di sebuah pondok pesantren yang terletak di Pasir Gintung, Kec. Jayanti - Tangerang, saya dan teman-teman menjadi tercengang.
Begitu masuk lingkungan pondok pesantren, kami langsung mendapatkan sinyal wifi yang cukup kuat disemua sudut, padahal luas area pondok pesantren itu cukup luas (lebih dari 26 ha). Setelah kami tanyakan ternyata ada 19 radio wifi disitu yang tersebar di seluruh area.
Tambah tercengang waktu kami mulai masuk ke laboratorium komputernya yang tertata rapi dengan hardware dan software yang cukup tangguh untuk digunakan belajar ICT maupun belajar dengan bantuan perangkat ICT. Ratusan laptop para santri juga disimpan rapi dalam loker yang telah disediakan pengelola pondok pesantren.
Tidak salah jika menteri agama RI Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si saat mengunjungi Pondok Pesantren Daar El-Qolam dalam rangka tasyakuran Milad ke-42 Pondok Pesantren Daar El-Qolam (Rabu 20 Januari 2010) menegaskan bahwa, tidak bisa dipungkiri pesantren telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi pendidikan bangsa, bahkan dari masa dimana Indonesia belum berdiri. Sehingga pemerintah dalam hal ini Departemen Agama memiliki program unggulan berupa memberikan fasilitas untuk mendorong santri dalam mengakses jenjang pendidikan yang lebih tinggi, contohnya program beasiswa santri berprestasi.
Beliau juga mengingatkan bahwa kita masih menghadapi musuh bersama, yaitu kebodohan, ketertinggalan dan kemiskinan. Upaya tersebut dapat dimulai dengan peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan.
Di malam hari diantara kesibukan belajar ala pesantren, para santri masih sempat menyalakan laptopnya, sembari duduk ala kadarnya dilantai depan laboratorium komputer. Dengan penerangan seadanya para santri sibuk melongok dunia luar dengan koneksi internet di laptopnya.
Dengan manajemen admin server dan mental santri yang cukup rapi mereka tidak bakal menggunakan internet untuk tujuan yang tak keruan ( http://www.daarelqolam.ac.id ).
Guru Indonesia sharing budaya dengan Australia
Proyek BRIDGE Australia-Indonesia bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman di antara Australia dan Indonesia melalui kemitraan antar sekolah yang menghubungkan para siswa di kedua negara.
Empat puluh lima sekolah di seluruh Australia bermitra dengan empat puluh lima sekolah Indonesia dari enam provinsi di Indonesia dari tahun 2008 sampai 2010. Sebelas dari sekolah-sekolah ini adalah sekolah Program Pendidikan Dasar (BEP), sebuah inisiatif Pemerintah Australia yang bertujuan membangun 2000 sekolah di daerah tertinggal di seluruh Indonesia.
Australia Indonesia Institute (AII) telah menerima dana dari Myer Foundation dan AusAID untuk mendukung proyek BRIDGE. Asia Education Foundation (AEF) mengelola proyek ini.
Dalam rangka program “Partners in Learning”, Microsoft melaksanakan lokakarya “Kemelekan Digital” yang terakreditasi Microsoft. Lokakarya dilaksanakan selama empat hari untuk masing-masing kota, termasuk satu hari “latihan penyegar” dan pembahasan progres BRIDGE di sekolah masing-masing yang akan dilaksanakan oleh KangGuru. Lokakarya a dilaksana pada tanggal : Surabaya - Jawa Timor: 26 - 29 October, Makassar - Sulawesi Selatan: 2 - 5 November, Pontianak - Kalimantan Barat: 9 - 12 November, Mataram - Nusa Tenggara Barat: 16 - 19 November dan Denpasar - Bali: 23 - 26 November.
Tujuan utama dari tim master teacher Microsoft adalah membantu para guru dan kepala sekolah yang telah dan akan diberangkatkan ke Australia itu, agar mampu menyampaikan budaya, tradisi dan kegiatan yang dilakukan di daerah asalnya.
Materi yang diberikan kepada peserta adalah :
- Pengenalan Komputer dan Perangkat Keras
- Membuat video dengan Movie Maker
- PhotoStory For Windows
- Menggunakan MS Excel untuk penialain dan membuat buku raport
- Menggunakan MS Word untuk mencetak dokumen berganda
- Mengisi konten di http://www.bridge.wikispaces.net, untuk berbagi pengetahuan tentang budaya dan tradisi Indonesia untuk para guru dan pelajar di Australia
SMP Terbuka Berwawasan ICT
DEPARTEMEN Pendidikan Nasional (Diknas) melakukan uji coba program SMP Terbuka berbasis Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) di tiga lokasi. Sistem pembelajaran berbasis TIK tersebut dirintis di SMP Terbuka Malang, Jawa Timur, yang menginduk pada SMP Negeri 2 Malang, SMP Terbuka Kandanghaur, Karawang, Jawa Barat, serta SMP Terbuka Koja, Tanjungpriok, Jakarta, yang menginduk pada SMP Negeri 55.
“Pemerintah membuka SMP Terbuka untuk menampung anak-anak yang tidak tertampung dalam pendidikan reguler karena hambatan keterbatasan waktu karena mereka harus membantu orang tuanya bekerja,” kata Direktur Pendidikan SMP Ditjen Mandikdasmen Depdiknas, Didik Suhardi, di Jakarta, Kamis (3/9).
Menurut Didik, uji coba itu dilakukan untuk meningkatkan motivasi minat belajar siswa secara mandiri, yang menjadi ciri khas cara belajar siswa SMP Terbuka. Dia mengatakan, uji coba TIK di SMP Terbuka yang telah berjalan satu semester ini sepenuhnya berbasis teknologi informasi. Seluruh modul pembelajaran sudah menyatu dalam hard disk internal dan eksternal di laptop dan personal komputer pada siswa.
Pembelajaran TIK tersebut juga diberikan kepada para guru di sekolah induk, yang juga menjadi tutor bagi para siswa di SMP Terbuka sehingga tidak hanya siswa saja yang menguasai TIK tetapi juga para gurunya.
PT. Microsoft Indonesia, melalui program Partners in Learning membantu penguasaan dan kemampuan TIK untuk ketiga SMP terbuka tersebut dengan kurikulum Digital Literacy dan kemampuan lain seperti : bagaimana mendayagunakan peangkat komputer untuk kegiatan belajar mengajar, bagaimana mencari sumber bahan ajar dari internet, bagaimana mengemas modul dan bahan ajar, serta pengelolaan nilai dengan komputer.
Pelatihan untuk guru SMP Terbuka ini dilakukan oleh para master teacher Microsoft Indonesia masing-masing selama 3 hari.
SUPERSEMAR - Sebuah Persembahan untuk Negeri
Kompas edisi Selasa, 3 Februari 2009 menyebutkan bahwa krisis keuangan global akan memberikan dampak pada peningkatan jumlah pengangguran di Indonesia pada tahun 2009 hingga 8.5 - 9 persen, artinya jumlah pengangguran akan bertambah 170.000 - 650.000 orang. Beberapa minggu terakhir ramai dibicarakan dalam mailing list dotnet dan Kaskus mengenai kebutuhan akan kurikulum pemrograman.
Menanggapi issue yang dipaparkan oleh kedua website terbesar di Indonesia yang telah dilengkapi dengan Webslices dan Accelerator tersebut, parai anggota dari komunitas menjadi berpikir bahwa ada hal yang sebenarnya bisa kita lakukan bersama-sama dikomunitas ini.
Menanggapi hal ini, rekan-rekan MVP dan Community Leader telah saling bahu-membahu berusaha untuk mengkondisikan sebuah lingkungan yang kondusif bagi rekan-rekan Developer dan IT Pro di seluruh Indonesia. Oleh karena itu dengan bangga diumumkan kehadiran .NET Online Curriculum yang harapannya adalah semoga dapat memudahkan rekan-rekan yang ingin belajar pemrograman. Saat ini baru tersedia kurikulum VB.NET dan akan segera menyusul kurikulum C#, WPF, Windows Mobile, dan ASP.NET. Bagi rekan-rekan yang sedang berkreasi dengan ASP.NET dan Silverlight, Erudeye sedang menyiapkan space gratis di server IIX yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Berdasarkan feedback dari rekan-rekan dari mailing list mengenai rekaman acara TechNet dan MSDN, juga telah diupload 105 webcasts dari acara bulanan TechNet dan MSDN Day yang telah tersedia di website IT Pro dan Developer. Sekedar informasi, MSDN Day selanjutnya tentang VSTO pada tanggal 25 Maret 2009.
Pada saat itu juga, diluncurkan http://technet.microsoft.com/id-id dan http://msdn.microsoft.com/id-id dalam Bahasa Indonesia (yang akan dimigrasi secara bertahap). Ini adalah perwujudan dari komitmen untuk negeri dan semoga dapat memudahkan rekan-rekan yang ingin belajar tentang teknologi terbaru.
Semoga kurikulum pemrograman, webcasts, TechNet, dan MSDN dapat melengkapi program software gratis untuk mahasiswa - DreamSpark, software gratis untuk startup - BizPark. Diharapkan dengan adanya iMulai dan ImagineCup dapat menciptakan iklim yang kompetitif bagi siapapun yang ingin memulai “startup” dan mengembangkan produk perangkat lunaknya.
Seperti biasa beberapa eBook dari rekan-rekan MVP telah tersedia gratis antara lain Panduan Instalasi OCS 2007 R2, Panduan Upgrade ke OCS 2007 R2, dan SharePoint untuk Developer. Semoga portal GEEKS dan WSS-ID yang baru dapat melengkapi kehadiran portal lain - SQL-Server Indo, dan MUGI demi memudahkan akses bagi rekan-rekan kita terhadap teknologi dan secercah harapan demi bangsa yang lebih baik.
( by narenda wicaksono | technical advisor | developer & platform | microsoft indonesia )
Satu lagi dukungan Microsoft untuk pendidikan
|
|