DEPARTEMEN Pendidikan Nasional (Diknas) melakukan uji coba program SMP Terbuka berbasis Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) di tiga lokasi. Sistem pembelajaran berbasis TIK tersebut dirintis di SMP Terbuka Malang, Jawa Timur, yang menginduk pada SMP Negeri 2 Malang, SMP Terbuka Kandanghaur, Karawang, Jawa Barat, serta SMP Terbuka Koja, Tanjungpriok, Jakarta, yang menginduk pada SMP Negeri 55.
“Pemerintah membuka SMP Terbuka untuk menampung anak-anak yang tidak tertampung dalam pendidikan reguler karena hambatan keterbatasan waktu karena mereka harus membantu orang tuanya bekerja,” kata Direktur Pendidikan SMP Ditjen Mandikdasmen Depdiknas, Didik Suhardi, di Jakarta, Kamis (3/9).
Menurut Didik, uji coba itu dilakukan untuk meningkatkan motivasi minat belajar siswa secara mandiri, yang menjadi ciri khas cara belajar siswa SMP Terbuka. Dia mengatakan, uji coba TIK di SMP Terbuka yang telah berjalan satu semester ini sepenuhnya berbasis teknologi informasi. Seluruh modul pembelajaran sudah menyatu dalam hard disk internal dan eksternal di laptop dan personal komputer pada siswa.
Pembelajaran TIK tersebut juga diberikan kepada para guru di sekolah induk, yang juga menjadi tutor bagi para siswa di SMP Terbuka sehingga tidak hanya siswa saja yang menguasai TIK tetapi juga para gurunya.
PT. Microsoft Indonesia, melalui program Partners in Learning membantu penguasaan dan kemampuan TIK untuk ketiga SMP terbuka tersebut dengan kurikulum Digital Literacy dan kemampuan lain seperti : bagaimana mendayagunakan peangkat komputer untuk kegiatan belajar mengajar, bagaimana mencari sumber bahan ajar dari internet, bagaimana mengemas modul dan bahan ajar, serta pengelolaan nilai dengan komputer.
Pelatihan untuk guru SMP Terbuka ini dilakukan oleh para master teacher Microsoft Indonesia masing-masing selama 3 hari.